Selasa, 13 November 2012

MAAF

kepada Abah dan umi' tercinta

izinkan aku memanggil dengan sebutan ABAH - UMI'

maaf...,
telah membuat abah  umi' kecewa
maaf telah erepotkan semua
sejak kecil aku selalu menyusahkan
dan tak pernah berhenti dan bosan menyusahkan
maaf, maafkan aku
aku masih belum bisa memberikan yang terbaik untuk abah dan umi'
yang aku berikan hanyalah rangkaian kekecewaan
aku belum bisa membanggakan abah dan umi' dengan tangan da jerih payahku sendiri
maafkan aku...
Umi'...
maafkan aku, aku telah berkali-kali menyakiti hati umi'
aku tak pernah ingat akan apa yang telah umi' berikan kepadaku selama ni
maafkan aku, aku tak bisa membalas cinta kasih yang telah umi' berikan kepadaku selama ini
aku hanya membalasnya dengan memberikan rasa kesl kepada umi'
maafan aku umi'...
Abah...
maafkan aku, aku atak bisa menggunakan apa yang telah abah berikan kepadaku dengan semestinya
aku tak bisa memegang amanah yang telah abah berikan kepadaku
aku telah menyusahkan abah, dengan apa yang telah aku perbuat selama ini
sejak kecil aku telah menyusahkan abah
mestinya abah ak perlu mengeluarkan apa yang semestinya, jika bukan karena perbuatanku
maafkan aku abah...
terima kasih abah...,
meski aku sudah tidak lagi menjadi kewjiban atasmu menafkahkan harta untukku
aku sudah tidak lagi wajib dinafkahi abah
aku telah mampu mencari kehidupanku sendiri
tapi,,,
abah selalu menyisihkan buat aku
aku yang tak pernah ingat akan kesbesaran hatiku buatku
tak pernah ingat aan itu semua
maafkan aku abah...
maafkan aku....
Abah.... Umi'...
aku punya satu permintaan untuk abah dan umi'
aku ingin berhenti menyaiti abah dan umi'
aku ingin membahagiakan abah dan umi'
dan juga semua orang yang aku cintai, tanpa aku menyakiti mereka...
abah... umi'...
aku ingin secepatya bisa menemukan hari itu....
hari , di mana..,
mungkin aku tak lagi bisa menyakiti abah dan umi'..
dan juga semua orang-orang yang aku cinta...
meski aku tak bisa membahagiakan abah dan umi'..., juga semua oran yang aku cinta
setidaknya aku tidak lagi membuat abah dan umi' juga smuanya merasa sakit dan kecewa...
aku tak ingin itu bah dan umi' rasakan lagi...
aku udah lelah menyakiti dan mengecewakan abah dan umi', juga yang lain,...
aku ingin hari itu segera datang...
aku ingin....

ya Alloh...
Kau pasti faham akan maksud hamba-Mu ini.
kabulkan permintaanku ya Alloh...
hana engkau yang bisa memberikan permintaan itu kepadaku...

استغفر الله العظيم
اللهم احعل الحياة زيادة لي في كل خير
واجعل لي الموت راحة من كل شر

Minggu, 11 November 2012

HADITS TENTANG PERSAUDARAAN






BAB I


PENDAHULUAN
Latar Belakang


إنما المؤونون إخوة فأصلحوا بين أخويكم لعلكم ترحمون




“orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.


Dalam syari’at Islam banyak ajaran yang mengandung muatan untuk lebih mempererat tali persaudaraan dan solidaritas sesama umat Islam. Betapa penting silaturahmi dalam kehidupan umat islam terutama dalam pendidikan. Hal ini karena menyambung silaturahmi berpengaruh terhadap pendidikan karena bekal hidup di dunia dan akhirat, orang yang selalu menyambung silaturhami akan dipanjangkan usianya dalam arti akan dikenang selalu. Orang yang selalu bersilaturahmi tentunya akan memiliki banyak teman dan relasi, sedangkan relasi merupakan salah satu factor yang akan menunjang kesuksesan seseorang dalam berusaha. Selain dengan banyaknya teman akan memperbanyak saudara dan berarti pula ialah meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Hal ini karena telah melaksanakan perintah-Nya, yakni menghubungkan silaturahmi. Bagi mereka yang bertakwa Allah akan memberikan kemudahan dalam setiap urusannya.


Salah satu landasan utama yang mampu menjadikan umat bersatu atau bersaudara ialah persamaan kepercayaan atau akidah. Ini telah dibuktikan oleh bangsa Arab yang sebelum Islam selalu berperang dan bercerai-berai tetapi setelah mereka menganut agama Islam dan memiliki pandangan yang sama baik lahir maupun batin, mereka dapat bersatu.


Betapa penting silaturahmi dalam kehidupan umat islam terutama dalam pendidikan. Hal ini karena menyambung silaturahmi berpengaruh terhadap pendidikan karena bekal hidup di dunia dan akhirat, orang yang selalu menyambung silaturhami akan dipanjangkan usianya dalam arti akan dikenang selalu.
Rumusan Masalah


Dari penjelasan dan uraian di atas maka bias dirumuskan beberapa permasalahan dalam pembahasan Hadits Tentang Persaudaraan ini sebagai berikut:
Bagaimana matan hadits tentang persaudaraan ?
Bagaimana kedudukan hadits tersebut ?
Terjemah hadits tersebut bagaimana ?
Apa yang terkandung dalam hadits tersebut ?





BAB II


PEMBAHASAN
MATAN HADITS TENTANG PERSAUDARAAN


حدّثنا عَبْدُ الله بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ ، حَدثنَا دَاوُدُ - يَعْنِى ابْنَ قَبْس - عَنْ أَبِى سَعِيد - مَوْلَى عَامِرِ بْنِ كُرَيْزٍ - عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم "(لاَ تَحَاسَدُوا ، !وَلاَ تَنَاجَشُوا ، وَلاَ تَبَاغَضُوا ، وَلاَ تَدَابَرُوا ، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْع بَعْض ، وَكُونُوا عبَادَ الله إِخْوَانًا ، المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِم ، لاَ يَظلِمُهُ ، وَلاَ يَخْذُلُهُ ، وَلاَ يَحْقِرُه ، التَقْوَى هًهُنَا " وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَات " بحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ المُسْلِمَ ، كُلُّ المُسْلِم عَلَى المُسْلِم حَرَام! ، لحَمُهُ وً مَالُهُ وَعِرْضُه


أ أَخْبَرَنَ ا َبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ وَأَبُو سَعِيدِ بْنُ أَبِى عَمْرٍو قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ : مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ : أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْحَارِثِىُّ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِى بُرْدَةَ عَنْ أَبِى مُوسَى رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا ». وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ. رَوَاهُ الْبُخَارِىُّ وَمُسْلِمٌ فِى الصَّحِيحِ عَنْ أَبِى كُرَيْبٍ عَنْ أَبِى أُسَامَةَ


حدّثنا مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارِ بْنِ الرَّيانِ ، وَعَوْنُ بْنُ سَلام ، قَالا : حَدثنَا مُحَمَدُ بْنُ طَلحَةَ وَحَدثنا مُحَمَّدُ بْنُ المُثَنَّى ، حَدثنا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفرٍ، عَنْ زبُيْد ، عَنْ أبِى وَاِئِل ، عَنْ عَبْدِ الله بْنِ مَسْعُود ؛ قالَ : قالَ رَسُولُ اللّهِ ( صلى الله عليه وسلم ) : (سِبَابُ المُسلِمُ فُسُوق، وقتاَلُهُ كُفْر
KEDUDUKAN HADITS


هذا حديث عظيم، فيه الخبر من النبي صلّى الله عليه وسلم عن المؤمنين أنهم على هذا الوصف. ويتضمن الحثّ منه على مراعاة هذا الأصل. وأن يكونوا إخواناً متراحمين متحابين متعاطفين، يحب كل منهم للآخر ما يحب لنفسه، ويسعى في ذلك، وأن عليهم مراعاة المصالح الكلية الجامعة لمصالحهم كلهم، وأن يكونوا على هذا الوصف فإن البنيان المجموع من أساسات وحيطان محيطة كلية وحيطان تحيط بالمنازل المختصة، وما تتضمنه من سقوف وأبواب ومصالح ومنافع. كل نوع من ذلك لا يقوم بمفرده حتى ينضم بعضها إلى بعض. كذلك المسلمون يجب أن يكونوا كذلك. فيراعوا قيام دينهم وشرائعه وما يقوِّم ذلك ويقويه، ويزيل موانعه وعوارضه.


Ini adalah hadits yang sanngat penting, yang di dalamnya terkandung bahwa orang mukmin itu mempunyai sikap yang demikian baik, dan didorong agar supaya terus mempertahankan sikap tersebut. Dan agar selalu menjadi umat yang saling mengasihi, mencintai dan bahu-membahu antara satu dengan yang lain bagaikan satu bangunan yang kokoh dan saling menguatkan antara satu komponen dengan komponen yang lain, yang tidak bias utuh tanpa ada yang lain. Begitu juga dengan orang muslim, yang tidak bias kuat jika tidak bias memupuk tali persaudaraan antar sesame. Karena persaudaraan itu merupakan semen dalam bangunan ukhuwah islamiyah.


Hadits inidiriwayatkan dari beberapa jalur sanad yang luhur, yakni diriwayatkan oleh imam Bukhori dan imam Muslim yang di dalamnya tidak ada cacat yang semua sanadnya dari Zubaid (hadits Muslim bagaikan satu bangunan) yang meriwayatkan langsung dari Abu Hurairah.
TERJEMAH HADITS


Telah bercerita kepadaku Abdullah bin Maslamah bin Qo’nab, telah bercerita kepadaku Dawud (Ibnu Qobas), dari Abi Sa’id sahaya ‘amir bin kuraiz, Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim)


Aku dikabari oleh abu abdillah al-hafid dan abu said bin abu amr, mereka berkata bahwa abu abbas mhammad bin ya’qub telah bercerita kepada mereka, telah bercerita kepadanya abu ja’far ahmad bin abdur rohman al-haritsi, telah bercerita kepadanya abu usamah dari buraid dari abu burdah dari abu musa r.a. dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda “ sesungguhnya, mukmin satu terhadap mukmin lainnya itu bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan antara satu sama lain ”. dan beliau meng-genggamkan antara jemari-jemari beliau (ngapurancang). HR Bukhori Muslim.


Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Bakkar Al-Rayyan dan Aun bin Salam, mereka berdua berkata, telah bercerita kepadaku Muhammad bin Talhah, telah bercerita kepadaku Muhammad bin Mutsanna, telah bercerita kepadaku Muhammad bin Ja’far, dari zubaid dari Abu Wail dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata : Rasulullah pernah bersabda : “ mencaci seorang muslim itu adalah fasik (melanggar agama) dan memerangi seorang muslim itu kafir “. HR. Bukhori Muslim.
PEMAHAMAN HADITS


Hasad adalah tidak suka melihat saudaranya mendapat kenikmatan, baik berangan-angan hilangnya nikmat tersebut dari saudaranya atau tidak. Hasad merupakan akhlak yang sangat tercela. Hasad di samping wujud protes terhadap takdir, juga su’udzon kepada Alloh tatkala menganggap bahwa nikmat tersebut tidak pantas didapat saudaranya.


Najas adalah bermuamalah dengan melakukan berbagai macam tipu daya. Najas hukumnya haram karena semestinya bermuamalah dengan saudaranya dengan muamalah yang baik.


Kebencian kepada saudaranya ada dua bentuk, yaitu:
Benci karena agama. Kebencian seperti ini boleh bahkan wajib, yaitu membenci saudaranya karena kejelekan agamanya. Kebencian seperti ini tidaklah kebencian secara mutlak, dalam arti di samping rasa benci terdapat juga dalam hatinya rasa cinta karena masih saudaranya.
Benci karena dunia. Kebencian seperti ini haram hukumnya. Maka jika seseorang mendapatkan dalam dirinya kebencian kepada saudaranya hendaklah dia melihat kepada kebaikannya agar kebencian tersebut hilang.


Hajr atau memboikot saudaranya, ada dua macam yaitu:
Memboikot karena alasan agama. Hukumnya boleh jika mendatangkan maslahah bagi yang memboikot atau bagi yang diboikot.
Memboikot karena alasan dunia. Hukumnya boleh jika saudaranya telah menyakitinya dengan batasan waktu maksimal tiga hari. Dan lebih baik dia memaafkan dan melupakan kesalahan saudaranya dan tidak memboikotnya. [4]


Merendahkan Saudara Muslim


Haram seseorang merendahkan saudaranya. Yaitu dia berkeyakinan bahwa saudaranya lebih rendah dari dirinya karena keturunannya, daerahnya, pekerjaannya,dan sebab-sebab lain. Merendahkan saudaranya bertentangan dengan kewajiban untuk memuliakannya. Karena bagaimanapun keadaan seorang muslim ada pada dirinya keimanan, ketauhidan, dan lain-lain dari ketaatan yang wajib untuk dimuliakan.


Dan juga Seorang muslim adalah bagian dari muslim yang lain. Bila ia sakit, maka muslim yang lain ikut merasakan sakit. Jika seorang muslim mempunyai masalah, sesungguhnya itupun merupakan masalah kaum muslimin seluruhnya. Jika seorang muslim tidak menolong saudaranya, maka hal itu akan berakibat fatal bagi dirinya dan bagi saudaranya. Maka dari itu seorang muslim itu harus memiliki jiwa bagaikan sebuah bangunan yang satu sama lain saling menopang dan mennguatkan agar tetap bisa berdiri tegak dan kokoh.


Hadits di atas sangat jelas berbicara mengenai seorang muslim yang dalam keadaan bagaimana pun saudaranya itu, haruslah dibantu. Baik dia berada dalam keadaan yang susah, juga ketika dia tengah kesulitan atau ketika dalam keadaan lapang dan senang juga saling merasakan kebahagiaan.


Larangan mencaci orang islam, bahwasannya islam mengajarkan hubungan dengan sesama orang islam untuk selalu berbuat baik, tidak boleh mencaci maki dan berakhlak mulia.


akibat dari mencaci maki orang islam ialah menjadikan orang itu “fasik” fasik ialah perbuatan yang keluar dari kebenaran(dalam hal ini keluar dari dari taat kepada Allah SWT. Perbuatan membunuh juga termasuk perbuatan yang sangat dilarang oleh Allah SWT, dikarenakan membunuh ini adalah termasuk dari dosa-dosa besar. akibat dari perbuatan membunuh ini termasuk dari perbuatan kufur, dalam hal ini kufur dalam perbuatannya bukan imannya.


Orang Islam dilarang mencaci orang Islam lainnya dikarenakan semua orang Islam itu adalah bersaudara. Selain itu Allah juga sangat tidak menyukai orang yang mencaci sesamanya.


Mukmin itu pasti bersaudara. Dan tidak ada persaudaraan kecuali dengan keimanan. Jika Anda melihat ada yang bersaudara bukan karena iman, maka ketahuilah itu adalah persaudaraan dusta. Tidak memiliki akar dan tidak memiliki buah. Jika Anda melihat iman tanpa persaudaraan, maka itu adalah iman yang tidak sempurna, belum mencapai derajat yang diinginkan, bahkan bisa berakhir dengan permusuhan.





BAB III


P E N U T U P


KESIMPULAN


Salah satu tanda kesempurnaan iman seseorang mukmin ialah mencintai saudaranya sendiri sebagaiman ia mencintai dirinya sendiri. Hal itu direalisasika dalam kehidupan sehari – hari dengan berusaha untuk menolong dan merasakan kesusahan maupun kebahagiaansaudaranya seiman yang didasarkan atas keimanan yang teguh kepada Allah SWT. Dia tidak berfikir panjang untuk menolong saudaranya sekalipin sesuatu yang diperlukan saudaranya adalah benda yang paling di cintainya. Sikap ini timbul karena ia merasakan adanya persamaanantara dirinya dan saudaranya seiman.


Ikatan persaudaraan dalam Islam lebih kuat daripada ikatan nasab dan darah karena landasannya adalah iman kepada Allah.


Persaudaraan merupakan hal yang umum, persaudaraan yang timbul karena saling memperkuat ikatan–ikatan persaudaraan dan sebagai fakor untuk mencapainya kesejahteraan masayarakat Islam. Setiap manusia memiliki kewajibannya dengan adanya rasa cinta, penghargaan, penghormatan dan pelaksanaan berbagai kewajiban – kewajiban yang harus dilaksanakan. Ukhuwah Islamiyah, persaudaraan Islam telah digariskan oleh Allah SWT.Dalam AlQur’an dan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya dan benar-benar diamalkan.





DAFTAR PUSTAKA


Syarah al-Arbain Nawawiy,


Syarah Shohih al-Bukhori


Syarah al-Muslim


Almaktabah As-Syamilah…